Senin, 14 Juni 2021

 

Hambatan Komunikasi Lintas Budaya Dalam Dakwah Multikultural Modern

 

Komunikasi lintas budaya atau cross cultural communication adalah bidang studi komunikasi yang memandang bagaimana manusia yang berbeda latar belakang budaya berkomunikasi. Komunikasi lintas budaya adalah studi yang berakar dari studi antropologi budaya. Titik berat komunikasi lintas budaya adalah proses komunikasi yang terjadi dalam berbagai macam budaya yang berbeda. Komunikasi lintas budaya merupakan "pintu gerbang" agar dapat memahami komunikasi antar budaya atau intercultural communication.

"Hambatan dapat diartikan sebagai halangan atau rintangan yang dialami." (BADUDU ZAIN, 1994:489) Hambatan Dakwah Multikultural:

1.      Etnosentris

Fanatisme yang berlebihan terhadap pendapat pribadi dan golongan, sehingga apriori (ber praanggapan) menolak pendapat orang lain di luar kelompok atau jamaahnya. (biasanya disertai dengan meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain).

2.      Indriskriminasi

Tidak mampu mengidentifikasi perbedaan atau keunikan. Indiskriminasi merupakan pengingkaran kekhasan orang lain.

3.      Prasangka (Prejudice)

Menurut Sears, prasangka berkaitan dengan persepsi. Apabila seseorang atau sekelompok orang memiliki pengalaman yang buruk terhadap orang atau sekelompok orang lainnya, maka pada dirinya akan timbul suatu persepsi yang kurang baik. Persepsi yang kurang baik inilah. yang akhirnya menjadi prasangka yang menetap.

4.      Stereotip (Stereotype)

Prasangka sosial bergandengan dengan stereotip yang merupakan gambaran atau tanggapan tertentu mengenai sifat-sifat dan watak pribadi orang atau golongan lain yang bercorak negatif (Gerungan, 1983: 169). Stereotip terbentuk meskipun seseorang belum bergaul dengan yang diprasangkainya. Stereotip terbentuk berdasarkan keterangan-keterangan yang kurang lengkap dan subjektif

5.      Perbedaan Kepentingan

Kepentingan akan membuat orang selektif dalam menanggapi dan menghayati pesan. Orang hanya akan memperhatikan stimulus atau pesan yang ada hubungannya dengan kepentingannya.

6.      Motivasi

Motif merupakan semua penggerak, alasan-alasan atau dorongan-dorongan dalam diri manusia yang membuat manusia berbuat sesuatu (Gerungan, 1983: 142) Seseorang akan mengabaikan pesan komunikasi yang tak sesuai dengan motivasinya.

7.      Faktor Semantik

Hambatan komunikasi yang disebabkan karena kesalahan pada bahasa, baik pada komunikator maupun komunikan.

Hambatan semantik dapat terjadi dalam beberapa bentuk.

a.       Komunikator salah mengucapkan kata atau istilah karena bicara terlalu cepat

b.      Adanya perbedaan makna dan pengertian untuk kata atau istilah yang sama karena faktor psiko budaya

c.       Adanya pengertian yang konotatif (memberi makna secara emosional, bukan makna sebenarnya).

 

8.      Kesalahan Interpretasi Bahasa Nonverbal

 

Orang-orang dari budaya yang berbeda memiliki realitas sensori (indrawi) yang berbeda pula. Mereka melihat, mendengar, dan merasakan hanya pada apa yang dianggap bermakna bagi mereka (sesuai dengan budaya tempat mereka berada).

Contoh masyarakat Batak menggunakan bendera merah sebagai tanda ada orang meninggal, sedangkan masyarakat Jawa menggunakan bendera warna putih.

9.      Perbedaan Budaya dan Norma Sosial

Perbedaan budaya sekaligus juga menimbulkan perbedaan norma sosial yang berlaku pada masing-masing etnik masyarakat. Karena budaya dan norma sosial itu dikenal, diakui, dihargai dan kemudian ditaati dalam kehidupan sehari-hari, maka pelanggaran terhadap keduanya tentu akan mendapatkan sanksi, yang bentuknya berbeda pada setiap masyarakat serta berbeda pula tingkatannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

https://drive.google.com/file/d/1Fr0Gf8hHqqPj1Aw0p8v-auQTU7dOL9qM/view?usp=drivesdkhttps://drive.google.com/file/d/1Fr0Gf8hHqqPj1Aw0p8v-auQT...