Hambatan Komunikasi Lintas Budaya Dalam Dakwah Multikultural Modern
Komunikasi lintas budaya atau cross
cultural communication adalah bidang studi komunikasi yang memandang bagaimana
manusia yang berbeda latar belakang budaya berkomunikasi. Komunikasi lintas
budaya adalah studi yang berakar dari studi antropologi budaya. Titik berat
komunikasi lintas budaya adalah proses komunikasi yang terjadi dalam berbagai
macam budaya yang berbeda. Komunikasi lintas budaya merupakan "pintu
gerbang" agar dapat memahami komunikasi antar budaya atau intercultural
communication.
"Hambatan dapat diartikan
sebagai halangan atau rintangan yang dialami." (BADUDU ZAIN, 1994:489) Hambatan
Dakwah Multikultural:
1.
Etnosentris
Fanatisme yang berlebihan terhadap
pendapat pribadi dan golongan, sehingga apriori (ber praanggapan) menolak
pendapat orang lain di luar kelompok atau jamaahnya. (biasanya disertai dengan
meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain).
2.
Indriskriminasi
Tidak mampu mengidentifikasi
perbedaan atau keunikan. Indiskriminasi merupakan pengingkaran kekhasan orang
lain.
3.
Prasangka (Prejudice)
Menurut Sears, prasangka berkaitan
dengan persepsi. Apabila seseorang atau sekelompok orang memiliki pengalaman
yang buruk terhadap orang atau sekelompok orang lainnya, maka pada dirinya akan
timbul suatu persepsi yang kurang baik. Persepsi yang kurang baik inilah. yang
akhirnya menjadi prasangka yang menetap.
4.
Stereotip (Stereotype)
Prasangka sosial bergandengan dengan
stereotip yang merupakan gambaran atau tanggapan tertentu mengenai sifat-sifat
dan watak pribadi orang atau golongan lain yang bercorak negatif (Gerungan,
1983: 169). Stereotip terbentuk meskipun seseorang belum bergaul dengan yang
diprasangkainya. Stereotip terbentuk berdasarkan keterangan-keterangan yang
kurang lengkap dan subjektif
5.
Perbedaan Kepentingan
Kepentingan akan membuat orang
selektif dalam menanggapi dan menghayati pesan. Orang hanya akan memperhatikan
stimulus atau pesan yang ada hubungannya dengan kepentingannya.
6.
Motivasi
Motif merupakan semua penggerak,
alasan-alasan atau dorongan-dorongan dalam diri manusia yang membuat manusia
berbuat sesuatu (Gerungan, 1983: 142) Seseorang akan mengabaikan pesan
komunikasi yang tak sesuai dengan motivasinya.
7.
Faktor Semantik
Hambatan komunikasi yang disebabkan karena kesalahan pada bahasa,
baik pada komunikator maupun komunikan.
Hambatan semantik dapat terjadi dalam beberapa bentuk.
a.
Komunikator salah mengucapkan kata atau istilah karena bicara
terlalu cepat
b.
Adanya perbedaan makna dan pengertian untuk kata atau istilah yang
sama karena faktor psiko budaya
c.
Adanya pengertian yang konotatif (memberi makna secara emosional,
bukan makna sebenarnya).
8.
Kesalahan Interpretasi Bahasa Nonverbal
Orang-orang dari budaya yang berbeda
memiliki realitas sensori (indrawi) yang berbeda pula. Mereka melihat,
mendengar, dan merasakan hanya pada apa yang dianggap bermakna bagi mereka
(sesuai dengan budaya tempat mereka berada).
Contoh masyarakat Batak menggunakan
bendera merah sebagai tanda ada orang meninggal, sedangkan masyarakat Jawa
menggunakan bendera warna putih.
9.
Perbedaan Budaya dan Norma Sosial
Perbedaan budaya sekaligus juga
menimbulkan perbedaan norma sosial yang berlaku pada masing-masing etnik
masyarakat. Karena budaya dan norma sosial itu dikenal, diakui, dihargai dan
kemudian ditaati dalam kehidupan sehari-hari, maka pelanggaran terhadap keduanya
tentu akan mendapatkan sanksi, yang bentuknya berbeda pada setiap masyarakat
serta berbeda pula tingkatannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar