FUNGSI,
TUJUAN DAN PERANAN DAKWAH DALAM KOMUNIKASI ANTARBUDAYA
Dua
konsep utama yang mewarnai komunikasi antarbudaya yaitu konsep kebudayaan dan
konsep komunikasi. Budaya mempengaruhi komunikasi dan gilirannya komunikasi
turut menentukan, menciptakan dan memelihara realitas budaya. Budaya tidak
hanya menentukan siapa bicara dengan siapa, tentang dan bagaimana komunikasi
berlangsung, budaya juga turut menentukan bagaimana orang menyampaikan pesan.
Tujuan
dakwah dalam komunikasi antarbudaya adalah menjadikan islam lebih fleksibel dan
mudah diterima oleh semua lapisan masyarakat meskipun memiliki perbedaan antara
satu sama lain. dapat mencegah terjadi konflik keagamaan dalam masyarakat.
Pesan dakwah yang menyampaikan nilai ketuhanan sejatinya harus dipahami sebagai
perwujudan nilai toleransi, persaudaraan, dan sebagai wujud dialog internal
umat beragama serta sebagai upaya membangun kesadaran demi terciptanya
kerukunan antar umat beragama.
Fungsi dakwah dalam komunikasi antarbudaya
ini adalah mengajarkan dan mengenalkan nilai-nilai ajaran islam kepada budaya
masyarakat, menjadi perantara dalam proses komunikasi antar budaya, dan
mengawasi praktik komunikasi antar budaya yang antara komunikator dan komunikan
berbeda kebudayaan.
Peranan dakwah dalam komunikasi antar
budaya. Kehadiran dakwah di tengah umat harus mampu mendorong terjadinya sebuah
perubahan nyata kepada umat baik dalam apek pikir( pemahaman) maupun
perilakunya, sebab ending terbesar dari dakwah adalah mengeluarkan manusia dari
situasi kegelapan dan kemunduran menuju cahaya islam yang berkemajuan dilandasi
dengan nilai-nilai tauhid. Seorang
da'i harus mampu berdialog dengan kebudayaan modern dan secara aktif mengisi
dengan substansi dan nuansa-nuansa islam. Hal ini bisa dilakukan bila kita memahami
arus globalisasi secara benar dan tidak tertinggal dengan informasi aktual dari
mancanegara.Dengan keberhasilan dakwah dalam mewujudkan peranan sosial, maka
dengan sendirinya ajaran islam diyakini tidak hanya mengarahkan umatnya untuk
meraih kehidupan akhirat dengan sukses. Ajaran islam tidak pula mengenal adanya
pemisahan antara hidup dunia dan akhirat, bahkan doktrin islam menganggap
kehidupan dunia adalah sarana untuk ibadah dalam upaya menggapai kebahagian
akhirat.
MUFIDAH NURUL ALAWIYYAH
KPI A2 (B71219066)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar