Senin, 07 Juni 2021

 

AKTIVITAS KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA VERBAL DAN NON-VERBAL DALAM ILMU DAKWAH

1.      Dakwah

Secara etimologis, kata dakwah merupakan bentuk masdar dari kata yad’u (fi’il mudhari’) dan da’a (fi’il madli) yang artinya adalah memanggil (to call), mengundang (to invite), mengajak (to summer), menyeru (to propo), mendorong (to urge), dan memohon (to pray). Sehingga dakwah dipahami sebagai seruan, ajakan, dan panggilan dalam rangka membangun masyarakat Islami berdasarkan kebenaran ajaran Islam yang hakiki. Dengan kata lain, dakwah merupakan upaya atau perjuangan untuk menyampaikan ajaran agama yang benar kepada umat manusia dengan cara yang simpatik, adil, jujur, tabah dan terbuka, serta menghidupkan jiwa mereka dengan janji-janji Allah SWT tentang kehidupan yang membahagiakan, serta menggetarkan hati mereka dengan ancaman-ancaman Allah SWT terhadap segala perbuatan tercela, melalui nasehat-nasehat dan peringatan-peringatan.

2.      Komunikasi Lintas Budaya

Komunikasi lintas budaya adalah proses dimana dialihkan ide atau gagasan suatu budaya yang satu kepada budaya yang lainnya dan sebaliknya, dan hal ini bisa antar dua kebudayaan yang terkait ataupun lebih, tujuannya untuk saling memengaruhi satu sama lainnya,baik itu untuk sebuah kebaikan kebudayaan maupun untuk menghancurkan suatu kebudayaan, atau bisa jadi tahap awal dari proses akulturasi (penggabungan dua kebudayaan atau lebih yang menghasilkan kebudayaan baru)".

Kinicki,A & Kreitner,R (2003:137) menjelaskan bahwa ada tiga pilihan dalam melakukan komunikasi lintas budaya yaitu : 1) tetap berpegang pada bahasanya sendiri; 2) tergantung pada penerjemah bahasa; 3) mempelajari sendiri bahasa lokal. Lebih lanjut dijelaskan berdasarkan pengalaman manajer internasional yang berhasil dari ketiga pilihan tersebut maka pilihan ketiga yaitu mempelajari bahasa lokal/negara tempat bekerja dianggap yang paling efektif dalam melancarkan komunikasi dengan rekan bisnis. Pengabaian Bahasa lokal/keengganan mempelajari bahasa lokal berarti berpeluang kehilangan pemahaman arti tertentu padahal bisa jadi sangat penting untuk kelangsungan usaha.

Dalam komunikasi lintas budaya salah satu hambatannya adalah perbedaan bahasa. Bahasa merupakan perluasan dari suatu budaya. Perbedaan pengertian atau memaknai suatu kata atau simbol menjadi suatu potensial hambatan komunikasi dan hal tersebut dapat menghambat proses aktifitas bisnis atau organisasi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

https://drive.google.com/file/d/1Fr0Gf8hHqqPj1Aw0p8v-auQTU7dOL9qM/view?usp=drivesdkhttps://drive.google.com/file/d/1Fr0Gf8hHqqPj1Aw0p8v-auQT...