AKTIVITAS
KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA VERBAL DAN NON-VERBAL DALAM ILMU DAKWAH
1. Dakwah
Secara
etimologis, kata dakwah merupakan bentuk masdar dari kata yad’u (fi’il
mudhari’) dan da’a (fi’il madli) yang artinya adalah
memanggil (to call), mengundang (to invite), mengajak (to
summer), menyeru (to propo), mendorong (to urge), dan memohon
(to pray). Sehingga dakwah dipahami sebagai seruan, ajakan, dan panggilan dalam
rangka membangun masyarakat Islami berdasarkan kebenaran ajaran Islam yang
hakiki. Dengan kata lain, dakwah merupakan upaya atau perjuangan untuk
menyampaikan ajaran agama yang benar kepada umat manusia dengan cara yang
simpatik, adil, jujur, tabah dan terbuka, serta menghidupkan jiwa mereka dengan
janji-janji Allah SWT tentang kehidupan yang membahagiakan, serta menggetarkan
hati mereka dengan ancaman-ancaman Allah SWT terhadap segala perbuatan tercela,
melalui nasehat-nasehat dan peringatan-peringatan.
2. Komunikasi
Lintas Budaya
Komunikasi
lintas budaya adalah proses dimana dialihkan ide atau gagasan suatu budaya yang
satu kepada budaya yang lainnya dan sebaliknya, dan hal ini bisa antar dua
kebudayaan yang terkait ataupun lebih, tujuannya untuk saling memengaruhi satu
sama lainnya,baik itu untuk sebuah kebaikan kebudayaan maupun untuk
menghancurkan suatu kebudayaan, atau bisa jadi tahap awal dari proses
akulturasi (penggabungan dua kebudayaan atau lebih yang menghasilkan kebudayaan
baru)".
Kinicki,A & Kreitner,R
(2003:137) menjelaskan bahwa ada tiga pilihan dalam melakukan komunikasi lintas
budaya yaitu : 1) tetap berpegang pada bahasanya sendiri; 2) tergantung pada
penerjemah bahasa; 3) mempelajari sendiri bahasa lokal. Lebih lanjut dijelaskan
berdasarkan pengalaman manajer internasional yang berhasil dari ketiga pilihan
tersebut maka pilihan ketiga yaitu mempelajari bahasa lokal/negara tempat
bekerja dianggap yang paling efektif dalam melancarkan komunikasi dengan rekan
bisnis. Pengabaian Bahasa lokal/keengganan mempelajari bahasa lokal berarti
berpeluang kehilangan pemahaman arti tertentu padahal bisa jadi sangat penting
untuk kelangsungan usaha.
Dalam komunikasi lintas budaya salah
satu hambatannya adalah perbedaan bahasa. Bahasa merupakan perluasan dari suatu
budaya. Perbedaan pengertian atau memaknai suatu kata atau simbol menjadi suatu
potensial hambatan komunikasi dan hal tersebut dapat menghambat proses
aktifitas bisnis atau organisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar