Jumat, 12 Juni 2020

INTERAKSI SOSIAL SEBAGAI PROSES SOSIAL



ABSTRAK
Manusia senantiasa melakukan hubungan dan pengaruh timbal balik dengan manusia yang lain dalam rangka memenuhi kebutuhan dan mempertahankan kehidupannya. Manusia merupakan makhluk yang tak berdaya karena dilengkapi dengan naluri yang relatif tidak lengkap. Oleh sebab itu manusia kemudian mengembangkan kebudayaan untuk mengisi kekosongan yang tidak diisi oleh naluri. Pengembangan kebudayaan ini dilakukan dengan proses interaksi sosial. Menurut Cooley konsep diri seseorang untuk berekambang ialah melalui interaksi dengan orang lain. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi. Ada aksi dan ada reaksi. Pelakunya lebih dari satu. Individu vs individu. Individu vs kelompok. Kelompok vs kelompok dll. Contoh guru mengajar merupakan contoh interaksi sosial antara individu dengan kelompok. Interaksi sosial memerlukan syarat yaitu Kontak Sosial dan Komunikasi Sosial.
Interaksi sosial merupakan bentuk dari dinamika sosial budaya yang ada didalam masyarakat. Dengan demikian, dengan interaksi sosial akan memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan didalam masyarakat yang akan membentuk hal-hal yang baru yang membuat dinamika masyarakat menjadi hidup. Perubahan-perubahan ini akan terjadi sambung-menyambung dari generasi yang satu ke generasi berikutnya sepanjang zaman.
Dalam interaksi di jumpai beberapa aturan tertentu dalam hal penggunaan ruang. Didalam masyarakat pasti memiliki pedoman prilaku anggota- anggota masyarakat agar kehidupan sosial menjadi tertib. Akan tetapi untuk mencapai kehidupan yang tertib atas dasar nilai-nilai dan norma-norma sosial ini tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Ada sebagian anggota masyarakat yang berprilaku tidak sejalan dengan nilai-nilai dan norma sosial. Untuk itulah diperlukan proses pengenalan tatanan nilai-nilai dan norma sosial tersebut. Proses sosialisasi akan mempermudah untuk mengenal norma- norma sosial. Karena Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial, tanpa interkasi sosial tak akan mungkin ada kehidupan bersama.
Kata kunci : Interaksi Sosial dan Proses Sosialisasi

PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN INTERAKSI SOSIAL
Menurut Gilin, interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis antara individu dengan individu lain atau dengan kelompok atau hubungan antar kelompok. Hubungan ini tercipta karena pada dasarnya manusia tidak bisa hidup tanpa orang lain. Interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas sosial. Apabila dua orang bertemu, interaksi sosial dimulai pada saat itu. Mereka saling menegur, berjabat tangan, berbincang-bincang, bahkan berselisih. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan interaksi sosial.
Walapun orang-orang yang bertemu muka tidak saling berbicara atau tidak saling melakukan ekspresi dengan bahasa tubuh, interaksi sosial telah terjadi. Masing - masing akan sadar adanya pihak lain yang menyebabkan perubahan - perubahan dalam perasaan maupun syaraf orang- orang yang bersangkutan. Hal ini disebabkan oleh, misalnya bau keringat, minyak wangi, suara berjalan, dan sebagainya. Semuanya itu menimbulkan kesan didalam pikiran seseorang yang kemudian menentukan tindakan apa yang akan dilakukannya.
Untuk mempelajari interaksi sosial digunakan beberapa pendekatan. Salah satunya adalah pendekatan interaksionisme simbolik yang dikemukakan oleh Herbert Blumer. Menurut Blumer, adanya interaksi antara seseorang  dan orang lain akan memunculkan makna (meaning) tertentu.
Ada tiga pokok pikiran dari teori interaksionisme simbolik, yaitu pertama, manusia bertindak terhadap sesuatu atas dasar makna yang dimiliki Sesutu tersebut baginya. Kedua, makna yang dimiliki sesuatu tersebut muncul dari interaksi sosial seseorang dengan sesame. Ketiga, makna diperlakukan atau diubah melalui proses penafsiran.
Interaksi merupakan proses timbal balik, di mana suatu kelompok dipengaruhi tingkah laku reaktif pihak lain. Dengan demikian, ia memengaruhi tingkah laku orang lain. Seseorang memengaruhi tingkah laku orang lain melalui kontak. Kontak dapat berupa kontak fisik langsung maupun tidak langsung.

B.    SYARAT-SYARAT INTERAKSI SOSIAL
Syarat – syarat terjadinya interaksi sosial adalah sebagai berikut:
1.     Kontak Sosial
Kata kontak berasal dari Bahasa Latin Con dan tangere. Con artinya bersama-sama, dan tangere artinya menyentuh.
Untuk dapat memahami bentuk-bentuk kontak sosial yang terjadi maka kita dapat membedakan kontak sosial sebagai berikut:
a.     Berdasarkan cara terjadinya kontak sosial
1)    Kontak langsung
Kontak yang terjadinya antara pelaku dengan tidak menggunakan media atau alat orang lain. Contohnya seperti berjabat tangan, mengobrol, dan sebagainya.
2)    Kontak secara tidak langsung
Kontak yang terjadinya pelaku dengan menggunakan media atau alat orang lain. Contohnya penyampaian pesan melalui radio atau televisi.

b.     Berdasarkan terjadinya proses komunikasi
1)    Kontak primer
Kontak yang terjadi langsung dengan cara bertatap muka
2)    Kontak sekunder
Kontak yang terjadi melalui perantara atau alat tertentu.

2.     Komunikasi
Secara etimologi kata komunikasi berasal dari bahasa Latin yaitu communicare yang artinya berhubungan. Komunikasi yaitu penyampaian pesan dari komunikator ke komunikan dam memiliki timbal balik.
Kontak dan komunikasi merupakan awal terjadinya interaksi sosial, interaksi tidak mungkin terjadi bila sebelumnya tidak ada kontak dan komunikasi. Kontak dan komunikasi sama-sama memiliki tujuan yaitu untuk menciptakan kerja sama dan kesamaan tujuan yang dimaksud oleh kedua belah pihak yang melakukan interaksi.

C.    BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL
Interaksi sosial merupakan bentuk umum dari proses sosial. Terdapat dua macam proses sosial yang terjadi karena interaksi sosial, yaitu:
1.     Proses Sosial yang asosiatif
a.     Bekerja sama (Cooperation)
Kerja sama timbul apabila pada saat orang menyadari bahwa mereka memiliki kepentingan yang sama, dan pada saat yang sama itu pula ia mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian diri sendiri untuk memenuhi kepentingannya. Contohnya, di Indonesia kita mengenal kerja sama dalam bentuk tradisional yaitu gotong royong.
b.     Akomodasi
Akomodasi merupakan suatu cara guna menyelesaikan permasalahan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga pihak lawan tesebut tidak kehilangan kepribadiannya.
Tujuan dari akomodasi adalah sebagai berikut:
1)    Mengurangi pertentangan antar orang perorangan atau kelompok yang saling berselisih.
2)    Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu.
3)    Memungkinkan terjadinya kerja sama antar kelompok-kelompok sosial.
4)    Mengupayakan peleburan antar kelompok-kelompok sosial.

c.     Asimilasi
Dalam proses asimilasi setiap individu mengidentifikasikan dirinya dengan kepentingan atau tujuan kelompoknya. Apabila dua kelompok mengadakan asimilasi , maka batas antara dua kelompok itu hilang, keduanya menjadi satu kelompok. Kelompok-kelompok tadi ialah kelompok yang memiliki kebudayaan yang berbeda kebudayaanya.
Terdapat beberapa faktor yang mempermudah terjadinya asimilasi, misalnya perkawinan campuran (amalgamasi), toleransi, keseimbangan kesempatan di bidang ekonomi, persamaan dalam unsur-unsur budaya, sikap keterbukaan, saling menghargai dan adanya musuh bersama dari luar.
d.     Akulturasi
Proses sosial yang timbul jika suatu masyarakat dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun dilemma dan diolah dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan sendiri.
2.     Proses Sosial yang Disasosiatif
Processes of dissociation atau proses sosial disosiatif sering disebut juga yang oposisional. Terdapat tiga bentuk oposisi:
a.     Kompetisi (competition) atau persaingan
Kompetisi atau persaingan merupakan proses sosial yang interaksi sosialnya ditandai dengan adanya orang perseorangan atau kelompok manusia yang bersaing untuk mencari keuntungan tertentu yang pada saat itu menjadi perhatian perseorangan atau publik dengan cara atau usaha yang menarik, mempertajam prasangka, tanpa menggunakan kekerasan dan ada persaingan pribadi serta persaingan kelompok.
Contoh bentuk-bentuk persaingan antara lain; persaingan dalam perekonomian, persaingan kebudayaan, persaingan kedudukan dan peran serta persaingan ras.
b.     Contravention (kontravensi)
Kontraversi merupakan suatu sikap mental yang tersembunyi terhadap orang lain atau terhadap unsur kebudayaan suatu golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian, namun belum sampai pada tingkat pertentangan. Contravention dapat berupa perbuatan seperti, perlawanan, penolakan, keengganan, menghalangi protes, gangguan-gangguan, ataupun perbuatan-perbuatan yang mengacaukan rencana pihak lain.
c.     Conflict (pertentangan)
Konflik merupakan salah satu interaksi sosial dalam suatu proses sosial individu atau kelompok manusia untuk mencapai tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai dengan ancaman atau kekerasan.
Konflik dapat disebabkan oleh adanya perbedaan indvidual yang menyebabkan timbulnya pertentangan perseorangan, perbedaan kebudayaan yang menyeba-babkan perbedaan antara kelompok, bentrokan kepentingan dan perubahan sosial yang cepat merubah nilai-nilai dalam masyarakat berakibat pada munculnya kelompok-kelompok yang memiliki perbedaan yang berbeda-beda dalam reorganisasi sistem nilai yang pada gilirannya menyebabkan disorganisasi dalam masyarakat.
d.     Diferensiasi (differentiation)
Differensiasi merupakan suatu proses individu di dalam masyarakat yang memperoleh hak dan kewajiban yang berbeda dalam masyarakat. Differensiasi dapat didasarkan pada umur, jenis kelamin atau profesi. Differensiasi dapat menghasilkan sistem pelapisan dalam masyarakat bahkan polarisasi atau pemisahan.

D.    FAKTOR-FAKTOR YANG MENDASARI PROSES INTERAKSI SOSIAL
1.     Imitasi
Imitasi adalah suatu tindakan meniru sikap dan perilaku orang lain, misalnya gaya berbicara, tingkah laku, kebiasaan dan lain-lain.
2.     Sugesti
Sugesti adalah suatu anjuran yang diberikan seseorang yang menyebabkan reaksi langsung dan tanpa pikir panjang orang lain menerima atau mengikuti anjuran tersebut. Proses sugesti bisa terjadi bila yang memberikan pandangan adalah orang yang berwibawa, yang memiliki sifat otoriter.
3.     Identifikasi
Identifikasi adalah kecenderungan seseorang ingin sama dengan perilaku orang lain yang menjadi idolanya. Contoh, seorang anak biasanya akan mengidentifikasi gaya dan perilaku orang tuanya.
4.     Simpati
Merupakan suatu proses seseorang yang merasa tertarik pada pihak lain. Contoh perasaan simpati adalah ungkapan selamat atas keberhasilan seseorang, atau ungkapan turut berduka cita atas musibah yang dialami seseorang.
5.     Empati
Empati adalah kemampuan mengambil atau memainkan perasaan secara efektif dari seseorang atau orang lain dalam kondisi yang sebenar-benarnya, seolah-olah ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.
6.     Motivasi
Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh seorang guru memberikan m
tivasi kepada murid-muridnya untuk belajar lebih giat agar mencapai prestasi.


E.    INTERAKSI SOSIAL SEBAGAI PROSES SOSIAL
1.     Kaitan Interaksi Sosial dan Proses Sosial
Pada dasarnya, hakikat interaksi terletak pada kesadaran mengarahkan tindakan kepada orang lain. Selain itu, interaksi sosial muncul karena adanya orientasi timbal balik antara pihak-pihak yang bersangkutan tanpa menghiraukan maksud perbuatannya, seperti cinta atau benci, kesetiaan atau penghianatan, dan melukai atau menolong.
Dalam interaksi sosial terdapat hubungan antarindividu yang menghasilkan reaksi timbal balik. Hubungan-hubungan tersebut melahirkan suatu pola yang menarik. Hal inilah yang mendorong para sosiolog mengkaji masalah ini. Menurut para sosiolog, pengetahuan mengenai cara-cara berhubungan antaranggota masyarakat dapat membantu dalam memahami masyarakat itu sendiri.
Berdasarkan kajian tersebut, ditemukan adanya proses sosial di masyarakat. Menurut Gillin dan Gillin, proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila antarindividu dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu kemudian menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut.
Dengan begitu, hubungan-hubungan yang ada dalam kehidupan manusia merupakan suatu proses. Hal ini karena hubungan antarindividu merupakan syarat utama terjadinya aktivitas sosial. Aktivitas-aktivitas sosial itulah yang menjadi dasar terbentuknya proses sosial.

2.     Pengaruh Interaksi Sosial terhadap Keselarasan Sosial
Keteraturan sosial merupakan suatu kondisi yang sendi-sendi kehidupan bermasyarakatnya berjalan tertib dan teratur sehingga tujuan kehidupan bermasyarakat dapat tercapai.
Pada interaksi sosial terjalin hubungan erat yang akan menciptakan keselarasan sosial. Oleh karena itu, interaksi sosial berpengaruh besar terhadap terbentuknya keselarasan sosial masyarakat yang bersangkutan. Melalui interaksi sosial, manusia saling bekerja sama, menghargai, menghormati, hidup rukun, dan gotong royong. Sikap-sikap tersebut mampu menciptakan keteraturan dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat yang mendorong munculnya keselarasan sosial. 
                                                          

KESIMPULAN
Interaksi sosial juga merupakan proses sosial karena pada hakikatnya manusia perlu membutuhkan interaksi dengan sesama manusia. Terdapat banyak proses sosial yang terjadi di masyarakat. Hal ini karena setiap manusia melakukan interaksi yang dapat membentuk proses sosial. Terlebih dilingkungan negara kita. Proses sosial yang terjadi melibatkan berbagai kalangan dan lapisan masyarakat.


DAFTAR PUSTAKA
Rostini, Titin. Sosiologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
Waluyo, dkk. Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta: PT Grasindo, 1977.
Susilowarno, Gunawan. Ujian Nasional 2008. Jakarta: PT Grasindo, 2008.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

https://drive.google.com/file/d/1Fr0Gf8hHqqPj1Aw0p8v-auQTU7dOL9qM/view?usp=drivesdkhttps://drive.google.com/file/d/1Fr0Gf8hHqqPj1Aw0p8v-auQT...